Oleh: khoirulhanafi1 | Maret 16, 2009

Berburu dollar dengan blog

Pernah dengar tidak istilah tersebut (scCO2), saya mungkin juga baru mendengar (maklum orang pedalaman jadi kurang gaul ), namun materi yang saya dapatkan ini mungkin menarik juga untuk diteliti di Indonesia. Seperti yang kita tahu bahwa fungsi dari pengeringan produk adalah untuk mengurangi kadar air dengan tujuan untuk mengurangi aktivitas air yang ada dalam produk sehingga dapat mencegah adanya kerusakan. Kandungan air yang ada dalam produk sangat menentukan masa kadaluarsa dari produk, kalo tidak salah nih, sebagian besar bakteri tidak dapat hidup jika nila aw-nya dibawah 0.91 dan bakteri tersebut akan berhenti tumbuh di bawah 0.81% (ini kata beuchat (1983) lho.. kalo mau artikelnya boleh kok indent nanti akan saya kirim, via e-mail pastinya).
Dari aktivitas air ini tentunya akan berpengaruh terhadap aktivitas enzim dan vitamin yang ada didalam makanan tersebut, berubahnnya enzim pasti akan merubah aroma, rasa serta kenampakan dai makanan, oleh karena itu hingga saat ini para peneliti masih berjuang keras untuk mempertahankan vitamin dan aktivitas enzim yang ada dalam makanan termasuk dalam proses pengeringan.
Nah masalahnya selama inikan proses pengeringan ya menggunakan sinar matahari atau pengering oven, dimana pada proses ini prinsipnya adalah mengusir si air tersebut dengan memanfaatkan porositas produk sehingga air yang terdapat didalam pori produk akan menguap dan menyebabkan produk menjadi kering alias porositasnya kosong (kalo ini kata Krokida dan Maraulis, 1997)
Suhu tinggi yang digunakan dalam proses pengeringan selama ini (kalo tidak salah suhunya antara 65-80 derajat celcius) ternyata menyebabkan kerusakan pada struktur mikro dari bahan dan apa yang terjadi selanjutnya… jelas akan berpengaruh terhadap rasa, warna, teste dll parahnya lagi adalah menurunnya kandungan vitamin yang ada dari produk.
Apakah selama ini tidak ada metode pengeringan yang lain? jawabannya adalah ada seperti pengeringan dengan menggunakan microwave, osmotic drying, freeze drying, dan vacum dryaing.. namun selama ini tetap saja bahwa metode tersebut masih memiliki kelemahan yaitu menurunnya kualitas produk.. ini juga hasil riset lho… ini hasil riset dari (Vega-Mercado, Marcela Gongora-Nieto,&Barbosa-Canovas, 2001).
Keuntungan dari teknik diatas biasanya adalah memiliki waktu yang cepat dibandingkan dengan menggunkan sinar matahari.. namun kelemahan yang mendasar adalah membutuhkan energi yang mahal.. (tahu sendiri barusan BBM naik jadi tambah mahal dong..)

Nah kayak apa sih kehebatan dari Supercritical carbon dioxide… kita lanjutkan besok ya.. saya harus ngajar nich..

Iklan
Oleh: khoirulhanafi1 | Maret 14, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

  • Tak ada kategori